Judul Cerpen :
Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang
Penulis : A. Mustofa Bisri
Cetakan : Kompas, 1 April
2018
Pandangan Pertama yang Mengesankan
Cerita awal dari cerita pendek
(cerpen) Mustofa Bisri ini sangatlah mengesankan dengan tokoh aku yang dibuat
bertannya-tanya dengan kehadiran gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang
yang secara tiba-tiba memandangi tokoh aku tersebut di sebuah stasiun S. Bila
pembaca membayangkan gadis tersebut yang beralis tebal dan bermata cemerlang,
mungkin yang ada dipikiran pembaca adalah gadis yang sangat-sangat istimewa.
Tetapi, Mustofa Bisri tidak menjelaskan secara jelas gadis tersebut itu siapa,
jadi akan lebih membuat pembaca akan penasaran dan ingin melanjutkan kata demi
kata, kalimat demi kalimat dari cerita pendek (cerpen) tersebut.
Dalam cerita tersebut tokoh aku di
dalam kereta yang berada di stasiun S dan ingin bertolak ke kota J. Sampai
keretanya berangkat, tokoh aku dalam cerita tersebut masih terpikirkan anak
atau gadis tersebut itu siapa, dan tokoh aku bertanya-tanya apakah dia
gelandangan atau bukan, tetapi setelah melihat pakaiannya yang bersih dan tidak
sedikitpun anak tersebut mengisyaratkan penderitaan. Sesampainya di kota J,
tokoh aku masih terbayang-bayang wajah gadis kecil itu.
Mustofa Bisri mencoba mengarahkan
pembaca ke perhatian yang lain dengan mengesampingkan gadis kecil yang tadi
dengan menceritakan tujuan tokoh aku yang sudah sampai di kota J. Tokoh aku di
kota J untuk menemui kenalannya yang bernama Sahlan. Sesampainya di rumah Sahlan
yang sangat sederhana sekali seperti rumah-rumah yang lain yang terletak di
kampung yang padat. Sahlan sangat senang sekali setelah tokoh aku datang,
dengan memberikan jamuan-jamuan yang istimewa dari Sahlan untuk tokoh aku.
Tokoh aku mulai bertanya-tanya
kepada Sahlan tentang kehidupan Sahlan tinggal dengan siapa. Sahlan pun
bercerita bahwa ia tinggal bersama adiknya, karena orang tuanya sedang mudik di
kota M. Tokoh aku pun merasa lega setelah mendengar bila Sahlan tinggal bersama
adiknya.
Pengarang cerpen ini, Mustofa Bisri
banyak sekali menuliskan hal-hal yang penuh tanda tanya dan penasaran, seperti
nama tempat yang hanya disingkat dengan satu huruf saja, yaitu huruf pertama
dari kata yang dimaksut. Mustofa Bisri mencoba mengarahkan kembali pembaca ke
pikiran gadis kecil yang tadi.
Tokoh aku yang tadinya sudah
melakukan perjalanan jauh, akhirnya membuat Sahlan tokoh aku untuk mandi, dan
tokoh aku mengiyakannya. Saat tokoh aku sedang berada di dalam kamar mandi,
dengan sengaja mendengar mendengar suara seorang gadis yang sedang menyanyi
lagu india. Tokoh aku pun mengira mungkin itu suara adik dari Sahlan. Nyanyian
lagu india tersebut masih terdengar sampai telinga tokoh aku saat sudah masuk
kamar yang sudah disediakan untuknya. Di saat tokoh aku keluar kamar, ia
dikejutkan oleh seorang perempuan yang menatap tokoh aku. Tokoh aku pun melihat
perempuat itu yang alisnya tebal, matanya cemerlang, dan senyumnya manis
sekali. Ia, mulai teringat kembali gadis kecil yang ada di stasiun S setelah
melihat perempuan tersebut. Tokoh aku pun mengira perempuan tersebut adalah ibu
dari gadis kecil yang pernah ia jumpai di stasiun S, tapi kenapa masih muda
sekali. Tokoh aku dibuat bingung oleh pengarang dan membuat pembaca pun ikut
bingung. Padahal Sahlan pernah cerita hanya tinggal dengan adiknya. Sahlan pun
memperkenalkan perempuan tersebut kepada tokoh aku, dan ternyata yang dimaksut
Sahlan hanya tinggal dengan adik perempuannya saja itu adalah istrinya Sahlan.
Nama istri Sahlan adalah Shakila, istri Sahlan orangnya pendiam sekali dan
tokoh aku sampai tidak pernah melihat istri Sahlan berbicara. Sahlan bercerita
banyak sekali kepada tokoh aku tentang Shakila, sekalipun Shakila pendian
tetapi Sahlan terlihat sangat menyayanginya. Sahlan berhenti bercerita setelah Shakila
datang membawakan dua secangkir kopi untuk suaminya dan tokoh aku. Tokoh aku
pun mengucapkan kata terima kasih dan mendapat jawaban Shakila dengan kata
terima kasih kembali.
Mustofa Bisri membuat cerita ini
dengan alur cerita yang sangat menarik, dari hal yang tidak mungkin menjadi
mungkin, yang tidak disangka-sangka pembaca, ternyata malah ada dalam cerita
ini.
Mustofa Bisri kembali menuliskan
cerita yang menarik, dengan Sahlan yang menceritakan perkenalannya dengan
istrinya yang dinilai cukup aneh. Waktu itu Sahlan yang sedang dalam kereta di
stasiun S, tiba-tiba melihat gadis kecil yang matanya cemerlang lurus melihat
ke mata Sahlan tanpa berkedip, Sahlan pun mencoba tersenyum dan ternyata
dibalas oleh gadis tersebut dengan senyuman yang sangat manis sekali. Beberapa
tahun berselang ibu Sahlan memperkenalkan Sahlan dengan gadis cantik beralis
tebal bermata cemerlang, tak lain adalah gadis yang pernah dilihat Sahlan
beberapa tahun lalu di stasiun S. Tanpa pikir panjang, Sahlan pun mau menikah
dengan gadis tersebut. Di saat tokoh Sahlan bercerita, tiba-tiba tokoh aku
melihat gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang datang, entah dari mana
tokoh aku pun tidak mengetahuinya, senyum gadis tersebut sangat manis sekali.
Cerpen ini sangatlah berarti bagi
kita dalam kehidupan nyata, hal yang tidak diduga dapat datang tanpa
diduga-duga.
-
Muhammad Idris, Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Semarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar